Dalam Tahun 2014 Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah terdapat 11 Program dengan 64 Kegiatan dan 19 indikator sasaran kinerja yang didokumentasikan ke dalam formulir Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Penetapan Kinerja Tahunan (PKT), Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS). Hasil evaluasi mengindikasikan bahwa program pembangunan KUMKM yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan berjalan amat baik dan telah memberikan kontribusi secara signifikan dalam pengembangan usaha KUMKM di Jawa Tengah.

Masyarakat menghendaki agar peningkatan efektifitas kebijakan pemberdayaan KUMKM dilaksanakan dengan pendekatan penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi perkembangan KUMKM serta mengefektifkan pelaksanaan pembinaan KUMKM melalui koordinasi, advokasi dan sosialisasi kepada lintas pelaku.

Upaya Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan misinya, terdapat beberapa tujuan yang akan dicapai dalam pembangunan Koperasi dan UMKM, antara lain :

  1. Meningkatkan Produktivitas, Daya saing dan Kemandirian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
  2. Meningkatkan Proporsi Usaha Kecil Formal;
  3. Meningkatkan potensi produk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang berorientasi ekspor;
  4. Menumbuhkan Wirausaha baru dan Kesempatan Kerja;
  5. Meningkatkan Kualitas Kelembagaan dan Organisasi Koperasi sesuai jatidiri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
  6. Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran;
  7. Meningkatkan Kualitas sarana dan prasarana aparatur; dan
  8. Meningkatkan disiplin dan profesionalisme sumber daya aparatur.

Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro kecil dan menengah Provinsi Jawa Tengah didirikan agar mampu mesinergikan seluruh potensi yang dimilki baik Pusat  maupun Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang  dihadapi KUMKM atau dengan istilah lain merupakan tempat bagi KUMKM yang  tengah sakit untuk mendapatkan obatnya. Sakit berarti KUMKM tersebut sedang  menghadapi permasalahan yang menghambat usahanya, bahkan mengancam kelangsungan bisnisnya. PLUT-KUMKM diharapkan mampu memfasilitasi KUMKM  yang ingin meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha agar tumbuh dan berkembang  lebih maju lagi. Oleh karena itu, di PLUT-KUMKM menyediakan sarana dan prasarana  pendukung seperti konsultan bisnis, pendamping/mentoring bisnis, akses  pembiayaan, promosi dan pemasaran produk, pelatihan, networking dan info  peluang bisnis serta pustaka enterpreneur.

Pendirian PLUT-KUMKM perlu didukung semua pihak, karena berdasarkan pengalaman lapangan menunjukkan bahwa KUMKM dalam  menjalankan suatu  usahanya, sering menghadapi permasalahan seperti produknya kurang laku di pasar, usaha yang tidak mendapat profit, cashflow terganggu, suplai bahan baku tersendat, terhambat perizinan dan sebagainya. Survei International Labor Organization (ILO) juga menunjukkan keberhasilan usaha kecil akan meningkat apabila dalam  perjalanan usahanya mendapat pendampingan oleh mentor bisnis. Dengan kata lain,  KUMKM itu membutuhkan proses pendampingan usaha, sehingga mereka selalu  punya tempat bertanya dan mendapat solusi atas permasalahan yang dihadapi.

PLUT KUMKM mulai dilaksanakan pada tahun 2013 di 21 lokasi dan akan diupayakan berkelanjutan secara bertahap. Karena itu, program  ini sifatnya inisiatif yaitu Pemerintah Provinsi yang berminat (Gubernur/Bupati/Walikota) dapat mengajukan permohonan secara tertulis kepada Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan. Selanjutnya, akan dipilih 21 calon penerima yang memiliki kesiapan paling memadai untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2013.