Permintaan kopi arabika honey proses Banjarnegara belum terpenuhi

Permintaan kopi arabika honey process dari Desa Babadan, Pagentan Banjarnegara mengalami kekurangan stok untuk suplai warung kopi di daerah Jakarta.  Dari permintaan sebanyak 1500kg /tahun, baru terpenuhi 500 kg/ tahun.

Mbah Sis (65), Petani kopi Babadan mengatakan, pada musim panen tahun ini  produksi kopi di desa Babadan menurun, karena curah hujan tinggi.

“Lagi hujan terus, jadi panennya sedikit,” ungkap Mbah Sis, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (11/6).

Selain curah hujan yang tinggi, peminat pengolahan kopi honey process masih sedikit karena pengolahannya yang sulit dan bergantung pada cuaca.

“Dari 30 orang anggota yang sudah panen dari kelompok tani Desa Babadan, hanya ada 1 petani saja yang mau mengolah kopi dengan honey process,” tambah Mbah Sis.

Honey process adalah proses pengolahan kopi dari pasca petik merah lalu dikupas kulitnya lalu dijemur dengan tertutup lendir sampai kering.

Niken, penikmat kopi arabika mengatakan, kopi arabika honey process memiliki sensasi rasa yang nikmat saat mengecap di lidah.

“Kopinya nikmat, saat diminum ada sensasi manis asam yang tertinggal di lidah,” ujar Niken.

Kuswoyo

About Kuswoyo

Penggemar kopi, aktif di banyak organisasi sosial. Konsultan di PLUT UMKM Jawa Tengah.